PW GPI Sumut Antarkan Surat Dukungan UU TNI ke Kodam I / Bukit Barisan


Medan,-

Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam Sumatera Utara mengantarkan surat dukungan terhadap UU TNI yang baru disahkan ke Kodam I Bukit Barisan. Dukungan tersebut merupakan hasil rapat konsolidasi GPI se Indonesia yang dilakukan secara daring.


"Ya , kita antarkan surat dukungan ini sebagai bukti bahwa Gerakan Pemuda Islam ingin TNI bermarwah dan lebih menjaga Indonesia Raya pada aspek-aspek penting di negara ini tanpa kehilangan kesaptamargaannya" tegas Ahmad Daud.S.Sos,  Ketua Umum PW GPI Sumut di Kodam I Bukit Barisan  didampingi Ibnu Sya'ban Lubis , Kabid Sosial & Pemberdayaan Masyarakat PW GPI Sumut (24/3).


"Salah satu aspek penting alasan GPI mendukung TNI bahwa cikal bakal lahirnya TNI adalah dari laskar Hizbullah Fisabilillah dimana para kader - kader terbaik pemuda Gerakan Pemuda Islam pada masa itu banyak terlibat didalamnya. Jadi kami punya alasan historis yang kuat mendukung UU TNI terserah" lanjut aktifis yang baru terpilih jadi Formatur Pimpinan Pusat GPI hasil Maksimal Nasional GPI di Banten pada bulan Februari 2025 tersebut.


Disinggung tentang kekhawatiran kembalinya dwifungsi ABRI (TNI) dengan lahirnya UU tersebut. Ketua Umum GPI Sumatera Utara tersebut menepisnya , "itu hanya kekhawatiran yang berlebihan saja dan karena ada perasaan traumatik pada yang terjadi di masa akhir orde lama dan orde baru. Kita sudah membedah dan mempelajari UU tersebut, kami menghormati teman-teman yang menolak sebagai hak dalam demokrasi tapi kami mengingatkan perasaan traumatik tidak boleh jadi pembenaran untuk menafikan sesuatu yang sudah on the track" ujar alumni pengurus BEM Fakultas Ushuluddin IAIN (UIN) Sumatera Utara ini.


"Kita berkeyakinan penerapan UU ini akan membuat progress program - program nasional berjalan lebih cepat dan lebih baik. Yang paling penting sebenarnya, birokrasi yang njelimet dan bertele-tele sebagaimana yang dirasakan masyarakat sekarang ini bisa dirubah menjadi lebih akseleratif karena TNI tidak pernah berprinsip asal bapak senang (ABS). Dan GPI sendiri tentu akan mengawal pelaksanaan UU ini dengan melakukan kritik konstruktif seraya tetap akan berkolaborasi partisipatif. 


Sesuai dengan semboyan GPI yaitu takdir kami memimpin negara. Maka insya Allah kita akan Istiqomah mendukung negara ini selama masih dalam rel nya dan mengingatkan serta mengkoreksi bila keluar dari jalur. Bagi kami, secara konstitusional, UU TNI harus didukung, TNI kuat bersama rakyat, negara akan jadi hebat." tutup alumni Pelajar Islam Indonesia (PII) ini. (fadli)

Posting Komentar

0 Komentar